Dr. Wididana: Yoga-QigongTerbukti Ampuh Atasi Gangguan Kesehatan

 26 Desember 2023    Dibaca: 145 Pengunjung

Pak Oles (kanan) saat melatih gerakan Qigong pada karyawan yang berkantor di Jalan Letda Kajeng, Denpasar.

Direktur Utama PT Karya Pak Oles Grup, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr yang juga instruktur yoga internasional, membuat program bagi karyawan untuk mengikuti kegiatan yoga dan Qigong secara rutin minimal dua kali dalam seminggu terbukti ampuh mengatasi gangguan kesehatan.

“Perusahaan melakukan tes kesehatan, banyak karyawan mengalami gangguan kesehatan seperti asam urat, kolesterol, gangguan hati, ginjal dan lain sebagainya. Setelah menjalani kegiatan yoga selama 3 bulan dicek kembali, hasilnya keluhan sakitnya ada penurunan,” kata Dr. Wididana yang juga penggagas dan pencipta yoga Keseimbangan dan Keberanian (Sembrani) ketika melatih yoga kepada karyawan/ti di Yoga Room Jalan Letda Kajeng, Yangbatu Kangin Denpasar.

Ia mengatakan, kegiatan yoga dan qigong yang lebih diintensifkan di empat unit usaha bisnis di Kota Denpasar dan di Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng mampu mengurangi dan menurunkan gejala penyakit bagi karyawan.
“Melalui kegiatan yoga dan qigong tentu banyak hasil-hasil penelitian yang telah membuktikan bisa dan mampu menurunkan beberapa parameter penyakit,’Katanya.

Kenapa bisa demikian?, berkat dalam gerakan yoga ada namanya pelenturan tubuh, peregangan, stretching dan tubuh kita menjadi muda, lentur, otot, sel, tulang muda, sendi, antar sel terjadi regenerasi dan sel-sel yang mati atau sel-sel yang sakit dipaksa dibuang itu yang disebut detok.

Demikian pula pranayama, yakni tarik nafas, tekan, tahan, lepas napas, tarik napas, tahan, lepas napas itu dilakukan secara terus menerus saat melakukan kegiatan yoga selama 30 menit, satu jam setiap hari sehingga mampu memberikan manfaat terhadap pembesaran sel. Sel menjadi lebih power, lebih hidup.

“Dalam tubuh kita terdapat sel yang jumlahnya mencapai triliunan sel, ada sel yang mati, ada yang diganti, kalau sel yang mati itu sampai menumpuk tidak diganti lama kelamaan bisa menjadi penyakit kanker, menjadi tua, mempengaruhi sel-sel jantung, sel hati dan sel usus bahkan seluruh tubuh menjadi tua,” tutur Dr. Wididana alumnus Faculty Agriculture University of The Ryukyus Okinawa, Jepang.

Oleh sebab itu, orang yang rajin melakukan gerakan yoga-qigong menjadi awet muda, cerah, lebih tahan terhadap penyakit, imunnya meningkat, sehingga cenderung memiliki umur panjang.

Yang ketiga menurut Pak Oles berkat detok, terutama saat melakukan detok perut, usus pada saat kuntil ke kiri ke kanan, tekuk ke atas, tekuk ke bawah perutnya berkontraksi sehingga menjadi sehat. Orang yang perutnya sehat seluruh tubuhnya juga menjadi sehat.

Hal itu berbeda dengan perut yang kotor, maka pembuangan ikut kotor menyebabkan racun dalam tubuh atau toksin, terus saja berputar-putar tidak keluar-keluar, yang mempengaruhi kesehatan. Sebenarnya kita memiliki sistem pembuangan melalui keringat, napas, kencing, melalui usus, buang air besar (BAB), atau melalui suasana panas, panas bukan karena infeksi, tapi panas dipanaskan karena gerah toksin di keluarkan.

“Itu sebabnya seperti sering saya katakan, habis kita melakukan yoga atau qigong terus kita tarik napas itu tubuh, terutama wajah menjadi lebih cerah, karena gas-gas yang busuk yang selama ini terjebak dipaksa untuk keluar,” tutur Dr. Wididana.

TAGS :